Fakta Menarik Piramida Toba: Penemuan Tak Terduga dan Klaim Keterkaitan dengan Gunung Padang

Lidya Aurora

pemandangan toba

Penemuan yang tak terduga di sebuah bukit di kawasan Toba telah memunculkan sorotan terkait apa yang kini disebut sebagai Piramida Toba. Situs yang diklaim memiliki kemiripan dengan Situs Gunung Padang, Cianjur, menjadi bahan pembicaraan hangat.

Mari kita cermati beberapa fakta menarik mengenai Piramida Toba dalam artikel ini.

Tentang Dimensi dan Bentuknya

Dimensi dan bentuk Piramida Toba masih menjadi misteri. Namun, dari pengamatan awal, sebagian strukturnya tampak melekat pada bukit, membentuk sebuah pola yang menyerupai huruf A atau segitiga. Ketinggian perkiraan piramida ini mencapai sekitar 120 meter, dengan teras-teras batu yang membentang dari dasarnya hingga ke puncak. Beberapa batu yang terdapat di sana terbilang sangat besar, meskipun belum ada data resmi yang memberikan detail mengenai ukuran-ukuran ini.

Perkiraan Usia Piramida Toba

Jika kita merujuk pada lapisan Toba tuff, yang merupakan batuan berpori akibat aktivitas vulkanik, usianya diperkirakan mencapai sekitar 74 ribu tahun. Namun, usia struktur piramida ini masih menjadi tanda tanya besar, mengingat penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Penelitian lebih mendalam mengenai struktur piramida ini akan terus dilakukan, mengingat data yang ada saat ini masih sangat terbatas.

Penemuan Struktur

Penemuan Piramida Toba ini terjadi saat tim peneliti sedang melakukan survei untuk memetakan jalur gempa di sekitar lokasi tersebut. Penemuan yang mengejutkan ini terjadi pada bulan Maret lalu, padahal survei untuk pemetaan jalur gempa sebelumnya telah dilakukan pada tahun 2022. Ketika kisi-kisi struktur yang tidak tampak alami muncul, peneliti memutuskan untuk mendalami temuan ini lebih lanjut.

Tim peneliti yang terlibat dalam penemuan ini termasuk Prof. Danny Hilman Natawidjaja, M.Sc, Ph.D, bersama dengan Mudrik R. Daryono, Dadan Dhani Wardhana, Nyanjang, Yusuf Maulana, Sutarman, dan Nandang Supriatna.

Proses Selanjutnya

Proses eksplorasi selanjutnya akan melibatkan serangkaian metode ilmiah. Danny Hilman Natawidjaja merencanakan menggunakan Pemetaan Light Detection and Ranging (LiDAR) untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang struktur bangunan batu.

Selanjutnya, akan dilakukan Survey Geolistrik dan Georadar untuk mengeksplorasi struktur di bawah permukaan tanah. Terakhir, penggalian geologi arkeologi pendahuluan akan membantu mengidentifikasi lapisan tanah di teras-teras piramida dan menentukan usia dengan metode penanggalan radiokarbon.

Penemuan Piramida Toba telah membawa berbagai pertanyaan dan misteri yang membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap sejarah dan signifikansinya.

Leave a Comment